Simak Puluhan Produsen Oli Sudah Mendaftar Sertifikasi SNI

Pemerintah mulai mengaplikasikan ketentuan standarisasi pelumas otomotif semenjak akhir tahun kemarin. Kebijaksanaan itu sesuai dengan Permen Perindustrian Nomer 25 Tahun 2018 mengenai Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia Pelumas Dengan Harus.

Ketentuan itu diundangkan pada tanggal 10 September 2018. Serta akan laku mulai 10 September 2019. Karenanya ada SNI harus untuk oli, diinginkan dapat jamin kualitas kualitas oli yang tersebar di Tanah Air, sekaligus juga mendesak peredaran oli palsu.

Menurut Direktur Industri Kimia Hilir Ditjen Industri Kimia, Tekstil, serta Bermacam Kementerian Perindustrian, Taufik Bawazier selama ini kebijaksanaan harus SNI itu bisa sambutan positif dari pasar.

“Untuk sekarang ini, sampai importirnya juga banyak mendaftarkan SNI. Banyaknya beberapa puluh,” kata Taufik, di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Ditambahkan Taufik, sekarang ini produsen pelumas dalam negeri sudah ada hampir semua mendaftarkan sertifikasi SNI.

Baca Juga : Cara Merawat Motor Metic

Artikel Terkait : Gambar Modifikasi Honda MegaPro

“Jika dalam negeri sebagian besar telah mendaftarkan untuk SNI-nya. Produsen pun kami komunikasikan apakah keuntungannya (gunakan standarisasi SNI). Tetapi ini betul-betul netral, didahului regulatory impact assessment. Jadi kami pun memandang seperti apakah efeknya bila diaplikasikan begitu. Kami penuh berhati-hati, tidak ujug-ujug diputuskan harus begitu tidak,” sambungnya.

“Kami pun kasih spare waktu setahun untuk produsen menyesuaikan serta mengatur kebutuhan-kebutuhan SNI wajibnya, itu yang terpenting,” pungkas Taufik.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *