Inilah Keluhan Rumah Subsidi Tak Layak Huni: Listrik Hingga Kualitas Air

Hasil dari survey penggunaan rumah pemberian layanan likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yg dilaksanakan oleh Ditjen Pembiayaan Perumahan serta Pusat Pengurusan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) , ada lebih kurang 30-40% rumah subsidi yg tak ditinggali. Walaupun sebenarnya rumah itu udah melalui proses akad credit.

Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti mengemukakan, ada sejumlah argumen mengapa rumah itu dapat sampai kosong atau mungkin tidak ditinggali. Salah satunya, belum beroperasinya listrik atau mutu air di area perumahan, terus belumlah ada aksesibilitas atau jalan yg baik ketujuan area, mutu bangunan kurang baik, sampai menuntaskan kontrakan yg lama serta ubah pekerjaan kerja.

Baca Juga : Harga Pagar Besi

” Disaat diwawancara penghuninya, mengapa tak ditinggali, ujarnya lantaran tempat tinggalnya tak pantas buat ditinggali. Terlebih soal di penyediaan air bersih serta listrik. Sesaat disamping costumer sendiri, disaat mereka melakukan akad credit, harusnya mereka punyai hak tak tanda-tangan dahulu. Namun disamping itu, mereka pun tidak mengerti syarat-syarat rumah pantas huni itu seperti apa, ” ujarnya dalam sambutan pada acara sarasehan di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (21/8/2017) .

Pemerintah tengah membuat team pelajari mutu rumah bersubsidi itu, juga sekaligus bikin standard atau patokan minimal rumah bersubsidi yang wajib dibikin pengembang. Pemerintah akan juga menjatuhkan sangsi terhadap pengembang yg bermain-main dengan rumah subsidi.

Tidak hanya itu, pemerintah akan juga santer bersosialiasi terhadap warga terkait mutu rumah subsidi, hingga gak kembali dapat ditipu oleh pengembang perihal mutu rumah subsidi yg sesungguhnya.

Artikel Terkait : Harga Susu

” Bangunan bersubsidi mesti kejar langkah khusus. Lantas pun kekurang tahuan pengembang dalam mengatur bahan bangunannya. Ini semua beresiko dengan harga material bangunan serta penurunan mutu. Serta berikut ini yg jadi concern saat ini, gak cuma kejar jumlah namun pun mutu, ” ujar Lana.

” Kita kembali rumuskan perincian tekhnis rumah subsidi yang bisa dimanfaatkan buat mendirikan rumah, kelak mesti sesuai sama. Karenanya bakal ada peraturan berkenaan material, konstruksi technologi serta mengontrol harga tanah buat MBR biar tak naik, ” katanya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *